Laporan Akhir Modul 1
JURNAL PRAKTIKUM
POTENSIOMETER, TAHANAN GESER DAN JEMBATAN WHEASTONE
Nama : Afdol Zikri
No BP : 2410952067
Tanggal Praktikum : 25 Maret 2025
Asisten : Nanda Zahril Pasya
Farel Afeldo
Jurnal Praktikum Pengukuran Besaran dan Rangkaian Listrik
MODUL 1 : Jembatan Wheatstone dan Tahanan Geser
Penentuan Karakteristik Alat Ukur
Variasi Pengukuran Potensiometer dan Tahanan Geser Seri
Variasi Pengukuran Potensiometer dan Tahanan Geser Parallel
Pengukuran Potensiometer Menggunakan Jembatan Wheatstone
A. Pengukuran arus dan Tegangan Menggunakan potensiometer dan tahanan geser pada rangkaian seri
Pada pengukuran arus dan tegangan menggunakan potensiometer dan tahanan geser pada rangkaian paralel ini, komponen yang digunakan yaitu catu daya(batery) sebesar 5V dan resistor(220 ohm,550 ohm,1k ohm).Di percobaan ini tujuannya adalah untuk mengukur arus dan tegangan pada rangkaian. Rangkaian parallel mempunyai karakteristik bahwa tegangan (V) pada sebuah rangkaian parallel itu sama pada tiap komponennya, akan tetapi arus (I) yang mengalir pada tiap komponen itu berbeda sesuai dengan berapa resistansi tiap komponen tersebut. Pada rangkaian ini, tegangan masing masing resistor sama dengan tegangan pada sumber. Dan untuk mencari arus yang mengalir pada tiap tiap komponen dapat menggunakan hukum ohm, dimana I= V/R
C. Penggunaan jembatan wheatstone
1. Analisa karakteristik setiap alat ukur yang digunakan!
Jawab:
a. Ampermeter
- Fungsi : Untuk mengukur arus listrik
- Penempatan : Dipasang secara seri dalam rangkaian
- Rentang pengukuran : Arus (mA,A)
- Internal resistance : Sangat kecil
- Akurasi : Tergantung model,lebih akurat pada rentang yang sesuai
- Fungsi : Untuk mengukur tegangan (beda potensial)
- Penempatan : Dipasang parallel dengan rangkaian
- Rentang pengukuran : Tegangan (mV,V)
- Internal resistance : Sangat Besar
- Akurasi : Tergantung model, kurang pengaruh pada rangkaian
- Fungsi : Untuk mengukur resistansi atau hambatan pada suatu rangkaian
- Penempatan : Tidak digunakan pada rangkaian yang tidak dialiri listrik agar tidak merusak alat ukur
- Rentang pengukuran : Resistansi
- Internal resistance : Menggunaka sumber arus internal
- Akurasi : Tergantung pada pengukuran resistansi yang digunakan
2. Analisis perbandingan variasi hambatan terhadap nilai arus dan tegangan menggunakan
tahanan geser dan potensiometer pada rangkaian seri!Jawab: Dalam rangkaian seri, arus tetap sedangkan tegangan terbagi sesuai dengan nilai hambatan masing-masing komponen. hukum Ohm berlaku V = I x R.
Pengaruh Tahanan Geser: Meningkatkan hambatan, Arus menurun, tegangan pada komponen lain berubah. Menurunkan hambatan, Arus meningkat, tegangan lebih merata.
Pengaruh Potensiometer: Sebagai pembagi tegangan, Mengatur tegangan di bagian tertentu tanpa mengubah arus keseluruhan secara signifikan. Sebagai pengatur hambatan, Efeknya sama seperti tahanan geser, mempengaruhi arus dalam rangkaian.
3. Analisis perbandingan variasi hambatan terhadap nilai arus dan tegangan menggunakan tahanan geser dan potensiometer pada rangkaian paralel.Jawab: Dalam rangkaian paralel, tegangan pada setiap cabang tetap sama, sedangkan arus terbagi sesuai dengan nilai hambatan tiap cabang.
Tahanan geser: Hambatan naik Arus cabang berkurang, total arus menurun. Hambatan turun Arus cabang meningkat. Potensiometer: Kurang efektif sebagai pembagi tegangan, tapi dapat mengatur arus tiap cabang jika digunakan sebagai resistor variabel4. Analisa nilai persen R pengukuran potensiometer menggunakan jembatan wheastone!Jawab : Setelah melakukan perhitungan nilai hambatan lalu menghitung R toleransi (R), didapatkan R toleransi sebesar 0,19%. Nilai persen R potensiometer didapat
dengan menggunakan jembatan wheatstone. Nilai ini merupakan persentase
dari nilai resistansi total potensiometer yang diukur pada posisi
tertentu. Nilai %R 0,19% dapat dikatakan kecil erornya dan hasil
pengukuran dapat diterima benar (<5%). Terdapatnya %R potensiometer
ini dipengaruhi beberapa faktor, seperti:- Keakuratan resistansi yang digunakan
- Keakuratan galvanometer
- Kesalahan kalibrasi jembatan wheastone
- Kesalahan dalam melakukan pengukuran
- Gangguan elektromagnetik
4. Analisa nilai persen R pengukuran potensiometer menggunakan jembatan wheastone!Jawab : Setelah melakukan perhitungan nilai hambatan lalu menghitung R toleransi (R), didapatkan R toleransi sebesar 0,19%. Nilai persen R potensiometer didapat
dengan menggunakan jembatan wheatstone. Nilai ini merupakan persentase
dari nilai resistansi total potensiometer yang diukur pada posisi
tertentu. Nilai %R 0,19% dapat dikatakan kecil erornya dan hasil
pengukuran dapat diterima benar (<5%). Terdapatnya %R potensiometer
ini dipengaruhi beberapa faktor, seperti:- Keakuratan resistansi yang digunakan
- Keakuratan galvanometer
- Kesalahan kalibrasi jembatan wheastone
- Kesalahan dalam melakukan pengukuran
- Gangguan elektromagnetik
- Keakuratan resistansi yang digunakan
- Keakuratan galvanometer
- Kesalahan kalibrasi jembatan wheastone
- Kesalahan dalam melakukan pengukuran
- Gangguan elektromagnetik
Laporan Akhir Praktikum [Download Disini]
Video Praktikum [Download Disini]






Komentar
Posting Komentar