1. Jurnal [Kembali]

   JURNAL PRAKTIKUM OPERATIONAL

 AMPLIFIER DAN FILTER

 

Nama                               :Afdol Zikri

No BP                              : 2410952067

Kelompok                        : 25

Tanggal Praktikum          : 30 September 2025

Asisten Praktikum           : 1. Nabila Rahmazia

                                           2. M. Faiz Nurahmantyo

 

1. Inverting Amplifier

Rf(kΩ)

Vi(V)

Hitung Gain

(-Rf/Rin)

Vout

Bentuk Gelombang

20

1,715 

-2 

3,57

 


50

 1,716

-5 

 8,55

 


80

7,718

-8 

 9,78

 


 

2.Komparator

 

V1 (V)

V2 (V)

Vout

 3V

 1V

 -9,98V

 1V

 3V

 11,26V

 

3. LPF -20dB

Frekuensi

Vin

Vout

Grafik Sinyal

 

 

 

100 Hz

 



1,747 V




 1,,467 V

 

 

 

500 Hz

 



1,732V




 0,514V

 

 

 

 

 1000 Hz

 



1,712V




 0,262V

 

 

Sketch Grafik Bode Plot

 






 

4. HPF 40dB

Frekuensi

Vin

Vout

Grafik Sinyal

 

  

 

100 Hz

 



1,746V

 



0,537V

 

 

 

500 Hz

 



1,733V




1,587V

 

 

  

1000 Hz

 



1,712V

 



1,672V

 

Sketch Grafik Bode Plot

 


 

2. Prinsip Kerja [Kembali]

1. Inverting Amplifier 

    Inverting amplifier dapat mengontrol penguatan tegangan (voltage gain) menggunakan Op-Amp. Sinyal input terhubung ke terminal negatif dan terminal positif terhubung ke ground. Output diberi umpan balik melalui Rf ke input inverting.Impedansi masukan yang tak terbatas mencegah arus mengalir melalui input inverting. Hal ini berarti bahwa tidak ada penurunan tegangan antara input inverting dan input non-inverting, dan tegangan pada input (-) inverting adalah 0 karena input non- inverting (+) terhubung ke ground. Karena arus yang mengalir menuju terminal input adalah 0, maka arus yang melalui Rin sama dengan arus yang melalui Penguatan outputnya berbeda phasa 180 dengan inputnya, jika input positif maka output negatif.

2. Komparator

    Komparator adalah jenis rangkaian amplifier operasional (op-amp) yang berfungsi untuk membandingkan dua sinyal tegangan pada inputnya dan menghasilkan output dalam bentuk tegangan tinggi atau rendah (logika digital), tergantung pada perbandingan tegangan tersebut. Cara Kerja Comparator:

• Jika tegangan pada input non-inverting (+) lebih besar daripada tegangan pada input inverting (-), maka output akan berada di kondisi tegangan tinggi (𝑉+ > 𝑉− = +𝑉 𝑠𝑎𝑡𝑢𝑟𝑎𝑠𝑖)

• Sebaliknya, jika tegangan pada input inverting (-) lebih besar daripada input non-inverting (+), maka output akan berada di tegangan rendah 𝑉+ < 𝑉− = −𝑉 𝑠𝑎𝑡𝑢𝑟𝑎𝑠𝑖).

3. Low Pass Filter (LPF)

    Low Pass Filter (LPF) merupakan jenis filter yang berfungsi untuk meneruskan sinyal listrik yang frekuensinya berada dibawah frekuensi tertentu, diatas frekuensi tersebut (frekuensi cut-off) maka sinyal akan diredam. Low Pass Filter memberikan redaman yang sangat kecil pada frekuensi di bawah frekuensi cut-off yang telah ditentukan, sedangkan frekuensi di atas frekuensi cut-off akan mendapatkan redaman yang besar. Lebih sederhananya hanya frekuensi rendah saja yang dapat melewati rangkaian filter ini. 

4. High Pass Filter (HPF)

    High Pass Filter (HPF) berfungsi untuk meneruskan sinyal di atas frekuensi cut-off sedangkan yang berada dibawah frekuensi cut-off diredam. Jenis filter ini memberikan redaman sangat kecil pada frekuensi di atas frekuensi cut-off yang telah ditentukan, sedangkan frekuensi di bawah frekuensi cut-off akan mendapatkan redaman yang sangat besar. Lebih sederhananya, hanya frekuensi tinggi saja yang dapat melewati rangkaian filter ini. 

3. Video Percobaan [Kembali]

Penjelasan Kondisi 
 


1. Inverting Amplifier
 

 
 2. Comparator Amplifier
 
 


3. LPF -20 dB
 

 

4. HPF 40 dB
  

4. Analisa[Kembali]

1. Analisa prinsip kerja dari rangkaian Inverting Amplifier berdasarkan nilai yang didapatkan dari percobaan. 

Jawab : 
Berdasarkan hasil percobaan, rangkaian inverting amplifier mampu mengatur keluaran tegangan dengan menggunakan OP-AMP. Sinyal masukan dihubungkan ke terminal inverting, sementara terminal non-inverting dihubungkan ke ground. Tegangan keluaran kemudian dialirkan kembali melalui resistor umpan balik menuju input inverting. Pada percobaan ini, nilai VIV_I diperoleh dari VRMSV_{RMS}, bukan dari VINV_{IN} yang berasal dari sinyal generator.
 

2. Apa yang terjadi jika input komparator mendekati sama dengan tegangan referensi? Apakah output stabil atau terdapat ketidakpastian (chattering)? Jelaskan berdasarkan hasil percobaan.

Jawab: 

Dari percobaan dilakukan, jika V2-nya besar dari V1 referensinya, output saturasinya ke level high atau positif saturasi. Jika V2-nya kecil dari V1referensi, maka output saturasinya ke level low atau negatif  V saturasi. Nah, jika input sangat dekat dengan batas switching, output-nya hanya akan berubah satu kali tepat saat VIN-nya sama dengan referensinya.

 

3. Bagaimana perbandingan antara nilai perhitungan dengan pengukuran dan jika terjadi perbedaan berikan alasannya.

Jawab: 

 Secara umum hasil perhitungan dan pengukuran mendekati sama, namun ada selisih akibat toleransi resistor/kapasitor, keterbatasan op-amp (offset, bandwidth, slew rate).

 

 4. Analisa prinsip kerja dari LPF berdasarkan tegangan input, output, frekuensi cut-off, dan gelombang hasil percobaan.

Jawab:

LPF melewatkan sinyal rendah dan melemahkan sinyal tinggi. Ada sedikit perbedaan hasil teori dan percobaan karena komponen tidak ideal dan adanya noise. Pada frekuensi rendah output tidak berubah, sedangkan pada frekuensi tinggi hanya muncul sinus kecil. 

 

5. Analisa prinsip kerja dari HPF berdasarkan tegangan input, output, frekuensi cut-off, dan gelombang hasil percobaan.

Jawab:

HPF berfungsi sesuai teori dengan melewatkan frekuensi tinggi dan menahan frekuensi rendah. Perbedaan hasil disebabkan oleh toleransi komponen, noise, dan keterbatasan pengukuran.
 

5. Download File[Kembali]

Download Laporan Akhir [Klik Disini]

Link Video Rangkaian Kondisi [Klik Disini]

Link Video Rangkaian Inverting Amplifier [Klik Disini]

Link Video Rangkaian Comparator Amplifier [Klik Disini]

Link Video Rangkaian LPF -20dB [Klik Disini]

Link Video Rangkaian HPD 40dB [Klik Disini]




Komentar

Postingan populer dari blog ini

KONTROL GORDEN OTOMATIS